Showing posts with label notes. Show all posts
Showing posts with label notes. Show all posts

January 4, 2009

Lahir di Pesawat

Gue menghabiskan masa kecil bolak-balik Jakarta-Denpasar-Jakarta lagi dengan pesawat terbang, oleh karena itu, gue merasa memiliki hubungan yang akrab dengan benda yang satu ini. Bahkan kadang gue bilang ke orang-orang kalau gue "lahir di pesawat", sekadar untuk menggambarkan betapa akrabnya gue dengan pesawat (dan bikin orang agak-agak kaget dikit lah, sebelum akhirnya dijelasin maksudnya apa). Berikut ini adalah ide-ide dan pengalaman gue menyangkut pesawat yang, seperti biasa, cukup menarik untuk dibikin daftar.

1. Pertama kali naik pesawat umur 3 bulan. Pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Kalau ga salah buat nengokin sodara yang lagi studi di sana. Sampai sekarang nyokap masih simpan foto gue di dalam tempat tidur khusus bayi di pesawat.

2. Terus terang gue kagum banget sama yang namanya pramugari.
Who else can manage to get busy, serve lousy passengers, learned how to survive in the wild (which includes drinking snake's blood) and remained good-looking like that? And don't forget that they do it in high heels. Kayanya gue ga akan pernah sanggup.

3. Peristiwa paling memalukan di pesawat adalah ketika gue ngompol pas antri mau keluar dari pesawat. Kalau ga salah umur 5 tahun. Nyokap gw marah-marah,"Bentar lagi kan keluar! Kenapa ga tunggu sampe di luar?"

4. Gue pernah bikin satu pesawat heboh gara-gara mainan Polly Pocket gue (yang kecilnya minta ampun!) jatuh ke lantai dan hilang. Semua pramugari heboh ikut nyariin.

5. Kemarin dalam perjalanan ke Denpasar, gue baru menyadari satu hal. Kaki gue uda bisa nyentuh lantai kalau gue duduk di kursi pesawat. Dulu waktu kecil gw sering bertanya-tanya sendiri, kapan ya kaki gue bisa nyampe ke bawah?
Now it does and I felt strangely grateful.

6. Pertama kali naik pesawat sendiri umur 7 tahun. Gara-gara kangen sama nyokap yang uda lebih dulu berangkat ke Denpasar. Harusnya gue berangkat besoknya sama bokap tiri gue, tapi apa boleh buat. Karena ngambeknya uda ga tertahankan (bagi nyokap tiri gue), akhirnya gue go-show aja. Selama di pesawat, gue duduk di sebelah orang Spanyol (judging from the language of the book that she read). Dan di kursi seberang ada bapak-bapak yang ternyata anaknya sekolah di tempat yang sama dengan gue, tapi gue ga kenal. Sebelum perjalanan yang monumental itu, gue emang uda sering liat anak-anak bule yang pergi sendirian tanpa ortunya (ciri khasnya: tampang tegang dan jalan menunduk, di bajunya ada stiker Underage Minor, n biasanya lagi digandeng sama pramugari ^^), n i kinda knew that sooner or later it would happened to me. Karena ortu gue memang sangat menekankan hidup mandiri dan... kayanya seru aja.

7. Pemandangan paling menakjubkan di luar pesawat gw liat waktu umur 6 tahun, pas pesawat mau mendarat di Melbourne, Australia. Di luar sana semuanya putih, dan atap-atap gedung bermunculan dari sesuatu yang tadinya gue kira adalah salju. Ternyata... itu adalah awan n atap-atap gedung itu TEMBUS AWAN!! Entah gedungnya yang tinggi banget atau awannya rendah. Gue merasa udik banget waktu itu, lagipula waktu itu pertama kalinya pergi ke negara bule (baca: negara-negara yang ada saljunya, tapi bukan Jepang atau Cina, dan orang-orangnya bule-bule gitu).


8. Turbulences? itu mah biasa. Gue ga tau berapa kali gue ngalamin turbulences, pokonya sama seringnya dengan naik pesawat itu sendiri. Waktu ke Taipei aja, pesawatnya pernah ketiup angin ke samping. Pokoknya, orang yang trauma naik pesawat cuma karena ngalamin turbulence dua kali itu CUPU BANGET.

9. Soal makanan. Makanan pesawat paling top gue temuin dalam perjalanan Jakarta-Tokyo, airline-nya JAL. Ayam dicincang trus dicampur mayones. Emang aneh, tapi rasanya TOP BANGET. Makanan pesawat paling ga banget adalah apa pun yang diberikan oleh Adam Air -eits tunggu dulu, emang mereka kasih makanan? Selain itu, yang gue dapat di perjalanan kemarin juga ga asik banget (nasi goreng TOK. Ga ada lauk apa pun kecuali bawang goreng. Ga ada rasanya juga). Tumben, padahal gue naksir banget sama kwetiao plus daging bersaos yang biasa mereka kasih.

10. Hantu itu ternyata bisa nyebrang laut dan naik pesawat lho. Jangan tanya bagaimana gue bisa tau soal ini.

11. Suster gue pernah ngambil semua sendok, garpu dan tas di pesawat... dan ketauan waktu tasnya jatuh di bus. Dan semua "barang curian" itu bertebaran di lantai... Pura-pura ga kenal ah.

12. Percaya ga percaya, suatu ketika dalam perjalanan menuju Balikpapan, pas mesin pesawatnya baru dinyalain... kecoa berhamburan keluar dari berbagai tempat di dalem kabin!! Gue rasanya ga perlu nyebutin airline mana yang pesawatnya jorok begini sampai penuh kecoa ^^;

13. Waktu kecil, masalah mainan yang dibagiin di pesawat penting banget buat gue. Kalau di pesawat-pesawat luar kayak JAL dan Qantas, mereka bahkan punya majalah sendiri, khusus buat anak-anak. Tapi gue sempet kesel sama Garuda karena cuma kasih buku cerita rakyat plus mainan halma :D tapi tempat makanan anak-anaknya top banget. Bentuknya kayak tas, warnanya biru telor asin, n dapet puding plus pesawat-pesawatan. Gue suka iri sama adik gue kalau misalnya dia dikasih tempat makanan itu sementara gue ga karena uda ketuaan.

Ah, pesawat. Mereka emang seru banget.

December 22, 2008

The Matilda's Top 10 Greatest Album of All Time

I have always waited for someone (anyone!) to ask me this question, but nobody actually did. Sad. Maybe because nobody trusted my musical taste, or even my knowledge. Pathetic.

So I took the liberty to browse my memory and wrote down ten of the best album I have ever heard in my lifetime.

Anyway, number does not matter. They are all great.

1. KoRn -Issues
Many people curse KoRn for being slightly melodic, but I don't. In fact, I curtseyed and compliment them for it. And don't forget that it was the album that I used to listen in the darkest period of my life. So everything's just fell into the right place.

2. red hot chili peppers -BloodSugarSexMagik
The most powerful album. Something that will make you jump around in ecstasy the minute you turn it on, then sit down and grief for your lonely, city life.

3. Aerosmith -Nine Lives
It's like Mozart for rock. Need to say more?

4. A Perfect Circle -Mer de Noms
It was the only album I have ever bought w/out actually listen to any of the single first. We can say, I was gambling w/ my money when I bought it... but I never regret it. Even now as I wrote this posting, I'm listening to 3 Libras.

5. Nelly Furtado -Whoa Nelly!
I think she should definitely return to her hip-hop/bossas/pop/Portuguese root. A very colorful album that shall take you this beautiful villa somewhere in Greece, watching the Mediteranian morning.

6. Ayumi Hamasaki -memorial address
The piano, the melancholy. The beauty. And suddenly your cheek is wet w/ tears.

7. Mocca -My Diary
It's like reading an old storybook from your childhood.

8. Utada Hikaru -Deep River
Everytime I listened to this album, I could picturize Watanuki in an empty Japanese-style room, slowly opening the sliding door, revealing anything that was about to come.

9. MALIQ n d'essentials -1st
If I had to go to an exchange program again and had to bring gifts for the host-family, I would definitely bring this album. I'm proud that the local music industry got them.

10.


?

??

?!!!!

Ok, you got it right. I haven't found number 10 just yet ^^

So, all of you great musicians out there... go make something great to listen to!