Will you be there in my dreams?
Does your pillow feel comfy enough for you?
Do you want me to be by your side, to get woken up to?
Have you ever think of what we've done, and how good we looked at the moment?
Do you still think of me in your sleep?
-for H.A.
Showing posts with label being poetic. Show all posts
Showing posts with label being poetic. Show all posts
October 29, 2009
October 10, 2009
a hopeless lover
A nice, cold midnight shower.
Crisp, hotel room-like bedsheets.
The mind that would never stop thinking of you.
And the calls that are never returned.
Crisp, hotel room-like bedsheets.
The mind that would never stop thinking of you.
And the calls that are never returned.
August 15, 2009
Tanpa mengurangi rasa hormat pada nenek moyang...
... saya mulai berpikir bahwa apa yang akan hilang, mungkin memang seharusnya hilang.
Seperti penduduk Roma, Italia yang terjebak diantara debat pembangunan infrastruktur lawan pelestarian bekas toiletnya Julius Caesar. Seperti pensiunan yang menyadari bahwa saat ini sudah tidak ada lagi yang bekerja dari jam 9 sampai 5, dan bahwa lembur seringkali sudah tidak disebut lembur lagi (dan lebih penting lagi, secara finansial, tidak gihitung sbagai lembur). Seperti diri saya sendiri yang marah menyadari adiknya tidak perlu keluar rumah untuk mengantar kepergian penghuni rumah lainnya ke kantor, atau hilangnya larangan untuk memegang kepala orang yang lebih tua.
Saya yang secara progresif mempertanyakan nilai-nilai tradisional yang dianut orangtua saya dan berusaha mereformasinya dengan justifikasi "perbaikan kualitas kehidupan" pun mungkin suatu saat harus jatuh dalam perdebatan yang sama dengan anak-cucu. Dan argumentasi mereka akan lebih valid dengan poin yang, ironisnya, sama dengan yang saya ungkapkan sekarang.
Dan saya pun sambil meringis akan mengutuk dan mengakui dengan kebesaran hati yang menyedihkan bahwa saya pun akan tergerus waktu.
Seperti bangunan candi tua yang mau tak mau, suka tak suka, akan lapuk dimakan alam.
Seperti penduduk Roma, Italia yang terjebak diantara debat pembangunan infrastruktur lawan pelestarian bekas toiletnya Julius Caesar. Seperti pensiunan yang menyadari bahwa saat ini sudah tidak ada lagi yang bekerja dari jam 9 sampai 5, dan bahwa lembur seringkali sudah tidak disebut lembur lagi (dan lebih penting lagi, secara finansial, tidak gihitung sbagai lembur). Seperti diri saya sendiri yang marah menyadari adiknya tidak perlu keluar rumah untuk mengantar kepergian penghuni rumah lainnya ke kantor, atau hilangnya larangan untuk memegang kepala orang yang lebih tua.
Saya yang secara progresif mempertanyakan nilai-nilai tradisional yang dianut orangtua saya dan berusaha mereformasinya dengan justifikasi "perbaikan kualitas kehidupan" pun mungkin suatu saat harus jatuh dalam perdebatan yang sama dengan anak-cucu. Dan argumentasi mereka akan lebih valid dengan poin yang, ironisnya, sama dengan yang saya ungkapkan sekarang.
Dan saya pun sambil meringis akan mengutuk dan mengakui dengan kebesaran hati yang menyedihkan bahwa saya pun akan tergerus waktu.
Seperti bangunan candi tua yang mau tak mau, suka tak suka, akan lapuk dimakan alam.
April 23, 2008
Mencari Sosok
Setiap hari aku berdiri di depan rak buku itu, menatap, dengan pikiran menari liar, mencari, apa pun yang bisa diketahui. Dan mungkin juga dipegang.
Setiap saat mata memandang, ke suatu horizon yang penuh warna, di suatu titik sekian mil jauhnya dari Jakarta. Jiwa rock 'n roll selalu tergelitik, ingin menjadi penulis beatnik, dan mungkin melakukan sesuatu yang cantik.
Setiap kali kulihat wajah, kuteliti setiap detailnya, kuselami setiap beluk auranya, berusaha mencari sosok apa pun yang ada disana. Berusaha mendapat sesuatu untuk dipegang, mungkin juga untuk dijalankan.
Setiap saat mata memandang, ke suatu horizon yang penuh warna, di suatu titik sekian mil jauhnya dari Jakarta. Jiwa rock 'n roll selalu tergelitik, ingin menjadi penulis beatnik, dan mungkin melakukan sesuatu yang cantik.
Setiap kali kulihat wajah, kuteliti setiap detailnya, kuselami setiap beluk auranya, berusaha mencari sosok apa pun yang ada disana. Berusaha mendapat sesuatu untuk dipegang, mungkin juga untuk dijalankan.
January 11, 2008
City Girl
And she thought modern life was rubbish
Where you bound her feet with high heel shoes
And distract her vision with bright television screen
But then she walked out of Zara
Happily atached her mobile to her ear
indulging herself in a cup of bitter coffee
Life could not be more ironic for a girl
Where you bound her feet with high heel shoes
And distract her vision with bright television screen
But then she walked out of Zara
Happily atached her mobile to her ear
indulging herself in a cup of bitter coffee
Life could not be more ironic for a girl
Subscribe to:
Posts (Atom)